Variabel Bahagia

Sering kali kita terpaku pada masalah cinta. Tapi kemudian kita lupa untuk mencintai diri kita sendiri. Kita rela melakukan banyak hal, menghabiskan banyak uang dan waktu, membuang-buang kesehatan kita untuk orang lain. Menggantungkan harapan di orang lain hingga lupa bahwa kita sendiri adalah kunci kebahagian kita.

Bahagia itu relatif. Variabel bahagia juga sangat beragam.
Seperti saya, bahagia hanya ketika sama disuguhi secangkir es kopi hitam dan dibiarkan berlama-lama menikmati buku yang menarik.
Tapi ada juga yang bahagia apabila dihadiahi berbagai barang-barang mahal.
Itu sebabnya gw bilang bahagia itu realtif dan banyak variabelnya.

Jadi sekarang sesungguhnya keputusannya ada di tangan diri sendiri.
Mau bahagia seperti apa?
Mau menggantungkan harapan pada orang lain atau pada diri sendiri?
Mau sampai kapan merasa bahwa kebahagiaan itu akan tercipta apabila kita bersama dengan orang lain?
Sampai kapan kita terpaku pada orang lain tapi bukan diri sendiri?

Kalau mau membahagiakan diri sendiri saja dianggap egois, maka coba tanyakan lagi sama diri sendiri apakah kesehatan jiwa kita masih boleh kita korbankan untuk orang lain.