Semoga Jakarta Baik-Baik Saja.

Setelah sekian lama saya absen menulis dengan bebagai alasan dan salah satunya tentunya karena saya sedang sangat sibuk, akhirnya hari ini saya kembali menulis lagi. Dan mungkin kali ini tulisan yang akan saya angkat adalah tentang hal yang sebenarnya mungkin juga sudah banyak dibahas di blog lain atau sedang hangat dibicarakan di social media.

Pesta demokrasi baru saja kembali diadakan di Jakarta, putaran kedua. Setelah putaran pertama dimenangkan oleh pertahana dan melengserkan satu dari tiga calon pasangan gubernur dan wakil gubernur yang akan memiliki amanat untuk menjaga keamanan, keberagaman dan membangun Jakarta sebagai ibukota pemerintahan Indonesia. Dan sebenarnya bukan rahasia juga kalau sebenarnya saya menjagokan pertahana. Bukan, bukan karena kami sama rasnya. Bukan juga karena kami seagama namun karena saya melihat program-program yang beliau jalankan dan beliau rancang merupakan sebuah program yang baik untuk menaikkan strata kehidupan masyarakat Jakarta dan juga membangun Jakarta agar tidak kalah dengan kota-kota di negara lain di dunia. Saya merasakan juga banyak perubahan dalam sistem administrasi yang tidak lagi bertele-tele dan saya tidak perlu keluar uang banyak agar dokumen saya cepat selesai. Menuju perubahan baik memang tidak mudah, namun perubahan itu kemudian menjadi jelas terlihat. Perlahan, namun pasti. Saya sebagai warga Jakarta yang berangkat pagi dan terkadang pulang sangat malam pun merasa aman. Ada jaminan keselamatan dan keamanan dari pemerintahan yang pertahana lakukan selama beliau menjabat.

Ketika saya menuliskan ini dan ketika dibaca mungkin akan terasa seperti I am such a sore loser yang belum move on ketika jagoannya kalah. Kemarin saat hasil quick count yang disiarkan dari berbagai televisi nasional sudah muncul, hati saya sedih namun mungkin saya masih terlalu kaget untuk menyadari bahwa ada hal-hal lain mungkin terjadi karena etnis saya yang dianggap musuh di Jakarta. Saya bahkan masih sempat mengatakan kepada salah satu teman yang begitu sedih karena pertahana kalah dari pasangan lain dengan ‘Ya udah gpp juga, beliau yang kalah aja ikhlas. Mari kita doakan yang baik-baik untuk Jakarta dan semoga amanah juga untuk pemimpin baru Jakarta.’ Namun kemudian ketika dua hari berturut-turut di Jakarta akhirnya saya kembali mengalami pelecehan verbal hanya karena saya terlihat tidak pribumi maka saya kemudian mempertanyakan mengenai keselamatan saya sebagai warga Jakarta.

Kemarin malam saat saya sedang membeli makan malam di salah satu sudut Jakarta sendirian saya cukup bergidik ngeri juga karena ada sekelompok orang yang berteriak-teriak ‘Hey Cina, gak mau coba pergi aja pulang kampung ke Cina?’ Rasanya ingin juga saya teriak balik ke mereka bahwa saya memegang KTP Jakarta dan Paspor Indonesia. Saat saya menyebrang jalan pun ada kelompok lain yang berteriak ‘Eh ada kafir lewat, kasih jalan! Pasti masih sedih bapaknya kalah kemarin.’ Saya pun rasanya ingin berteriak balik ke mereka bahwa tidak saya bukan seorang kafir karena saya beragama dan rajin beribadah sesuai dengan ajaran agama saya. Namun saya pikir yang seperti mereka sebaiknya jangan diberi panggung dan tidak perlu juga saya tersulut emosi karena saya juga tidak kenal mereka. Saya hanya mempercepat langkah saya untuk segera sampai di mobil dan bergegas untuk pulang.

Setelah beberapa kejadian yang saya alami secara personal, saya kemudian mengkhawatirkan keselamatan dan keamanan saya sebagai warga Jakarta. Saya tidak pernah memilih untuk terlahir dengan fitur fisik yang mengindikasikan bahwa saya bukanlah pribumi dan merupakan keturunan Chinese. Kalau saya bisa memilih seperti apa saya terlahir, pastilah saya memilih untuk terlihat seperti Scarlett Johansson. Saya juga orang Indonesia, besar dan menjalani hidup di Jakarta. Jadi mengapa yang pribumi masih harus membedakan dan melakukan tindak pelecehan secara verbal? Bukankah kita semua sama? Saya juga hanya pekerja biasa dengan penghasilan yang pas-pasan di Jakarta ini.

Beberapa waktu lalu kita sempat merasa kasihan dengan Amerika yang sedang mengalami perubahan dengan terpilihnya Donald Trump menjadi presiden mereka. Ternyata saat ini Indonesia terutama Jakarta pun mengalami hal yang sama. Saat ini saya hanya bisa berdoa agar Jakarta bisa selalu baik-baik saja. Dan menjaga diri saya semampu mungkin untuk menjauh dari area-area yang memang kurang aman dan tidak berjalan-jalan di sudut Jakarta sendirian.

Semoga semua hal-hal buruk ini hanya sementara dan Jakarta semakin membaik. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s