Mati Imaji

Sedang mati imajinasi.
Sedang mati kata.
Nampaknya sudah begitu lama otakku menolak untuk merangkai kata. Sekalinya ada, rangkaian kata itu bahkan tidak dapat aku selesaikan.

Maka akan saja selalu ada alasan yang akan aku keluarkan ketika ada pertanyaan dari kawan ‘kenapa belum menulis lagi?’
Segan rasanya untuk mengatakan bahwa aku sedang tidak ada inspirasi.
Malu rasanya untuk menjabarkan bahwa aku kehabisan ide.
Padahal kemanapun mata memandang selalu ada inspirasi yang bisa muncul. Akan selalu ada hal yang bisa ditulis.

Katanya rutinitas itu membunuh imajinasi, tapi menurutku rutinitas itu dapat membuat rangkaian kata-kata indah. Tapi itu jugaa masih kataku dan menurutku. Karena pada kenyataannya aku si pelaku rutinitas juga masih gagal untuk menorehkan ide dan menumpahkan imajinasi. Jadi apa? Dibiarkan saja?
Mungkin aku butuh waktu tenang, sampai aku bisa mengumpulkan semua imajinasi lagi hingga akhirnya rangkaian kata itu akan mengalir dengan deras dan lancar. Atau mungkin aku harus menunggu sampai ada badai inspirasi lagi hingga akhirnya aku akan menulis tanpa henti.

Tapi baiknya ditunggu? Atau lebih baik diusahakan saja?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s