Sisa Hujan Kemarin

Hujan itu menyenangkan.
Hujan itu menenangkan.
Hujan itu tempat bersembunyi rahasia kasat mata yang bisa menjadi tempatku meluapkan rasa.
Selalu ada cerita yang datang saat hujan turun, dan biasanya semuanya bermula dari secangkir kopi hangat pahit seperti kemarin.

Entah kenapa kopi pahit selalu bisa menjadi teman yang menyenangkan untuk memulai aktivitas. Dan sekali lagi sore itu bersama dengan hujan yang turun membasahi bumi aku berusaha untuk menulis. Menulis di atas notebook yang selama ini hanya teronggok di atas rak buku. Menulis di atas notebook yang hampir tidak pernah mau aku sentuh karena itu merupakan notebook pemberian darimu. Aku selalu suka dengan notebook. Ya, buku tulis. Entah kenapa memiliki banyak buku tulis sangat menyenankan untukku. Aku sangat menyukai menulis di dalam buku dengan tulisan tanganku yang tidak seberapa bagus itu. Menurutku, itu merupakan terapi yang sangat menyenangkan. Namun sejak mengenalmu, aku berusaha untuk tidak lagi menulis. Karena akhirnya malah aku hanya sibuk mengingat masa lalu.

Aku pandangi buku kosong itu. Aku mulai sibuk menggigit-gigit ujung pena yang baru saja aku beli di toko buku terkemuka dengan harga yang cukup fantastis. Aku pikir mengapa tidak aku coba berinvestasi pada sebuah pen bagus yang mungkin dapat menuliskan sebuah masterpiece di dalam perjalanan sejarah menulisku. Sebuah pena hitam dengan ulir berwarna keemasan. Perlahan mulai aku coretkan juga tinta hitam itu ke atas kertas halus berwarna putih itu. Kata demi kata aku alirkan, terkadang aku harus juga mencoret beberapa kata karena aku anggap tidak tepat. Kurang mendeskripsikan apa yang ada di kepalaku.

Kamu tahu? Mereka bilang menulis sekarang tidak perlu lagi di dalam notebook. Aku hanya perlu mengetiknya di atas tuts komputer dan menyimpannya di dalam memori komputer yang serba canggih itu. Ah! Tapi aku masih suka menulis di dalam notebook karena ada usaha lebih yang harus aku lakukan. Belum lagi, apabila aku tidak terus latihan menulis mungkin satu hari nanti aku akan lupa caranya menulis.

Anak kecil diujung sana tersenyum memerhatikan hujan.
Segerombolan anak muda sedang berlari menerjang hujan untuk menyebrangi jalan. Nampaknya mereka akan pergi makan siang.
Ada seorang perempuan dengan wajah sendu yang sedang memerhatikan tetesan demi tetesan hujan sambil menggenggam cangkir gelas dari kedai kopi kenamaan itu. Mungkin ia sedang berusaha menghapus pedih dan penat yang ia jalani.
Ada lagi segerombolan anak kuliahan yang sedang berkutat dengan buku-buku tebal dan sibuk mengetik-ketik. Sepertinya mereka sedang belajar untuk ujian. Bagus juga masih ada pemandangan menarik seperti itu.

Aku kemudian tersenyum dan kembali menoleh ke arah hujan.
Ke hembuskan nafasku perlahan dan kembali menulis di dalam notebook yang kamu berikan itu. Kamu tahu, belum ada tema lain yang dapat aku tuliskan selain tentangmu. Masih terlalu banyak hal yang belum aku ketahui tentangmu. Masih terlalu banyak cerita tentang aku dan kamu yang belum berhasil aku rekam. Aku takut suatu hari nanti aku akan terlupa dengan kisah-kisah lucu yang kita punya.

Oleh-oleh dari sisa hujan kemarin adalah aku memutuskan untuk terus melanjutkan menulis di dalam notebook pemberian darimu. Untuk melanjutkan cerita kita, baik atau buruk. Senang atau sedih. Semua lebih baik dituliskan di dalam buku yang aku yakin akan menjadi sebuah bukti sejarah akan perjalanan hidup yang layak untuk dikenang.

Hujan masih belum berniat berhenti sore kemarin. Aku tutup juga notebook itu. Bukan karena aku lelah menulis, tapi lebih karena aku ingin membiarkan diriku penasaran. Petualangan hidup apa lagi yang baiknya aku tulis esok hari di dalam notebook ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s