Sometimes, the things that we do will make people question our conscience. 
Gak smua hal yang kita lakukan di dalam hidup, pilihan-pilihan hidup yang kita ambil akan sesuai dengan pemikiran kebanyakan orang. Seseorang yang mengaku sahabat pun belum tentu bisa memahami pilihan hidup sahabatnya dan akhirnya menerima dengan lapang dada. 
Belakangan ini di hidup gw ada begitu banyak hal yang berubah. Pilihan-pilihan yang gw ambil nampaknya membut smua orang bertanya-tanya. Membuat hampir semua orang khawatir akan pilihan gw. Dan emang dasarnya kita tinggal di society yang kepo dan suka meddle with others life, jadilah gw di hebohin kiri kanan soal pilihan hidup gw. 

Gw juga tidak menutup-nutupi apa yang sedang gw jalani sekarang sih. 

Iya sekarang gw lagi menjalani sebuah hubungan dengan seseorang. Iya memang hubungan ini begitu banyak perbedaannya. Iya saat ini karena masih baru jadi kita istilahnya masih seru-serunya ‘pacaran’, masih panas-panasnya kasih perhatian. Iya gw sendiri gak tau akan tahan berapa lama keseruan ‘pacaran’ dan panas-nya perhatian kesatu sama lain ini. Tapi yang gw tau pasti, bahwa gw bahagia-bahagia aja kok menjalani hubungan ini. Perbedaan yang saat ini kita miliki memang banyak banget, tapi kan itu hidup gw ya? 
Bukankah katanya kita harus menikmati hidup kita dan menjalaninya dengan kesungguhan hati? Katanya hidup cuma sekali, so do things that makes you happy. 

So when I am doing things like that why are people meddling with my life? Your definition of happiness and my definition of happiness ain’t the same. 

So thank you for your thoughtfulness, but no thank you. 

Advertisements

Terlalu lelah untuk bertahan, tapi terlalu sayang untuk melepaskan. 
Rasanya lelah untuk bertahan, seperti aku terjatuh ke dalam jurang dan sedang bertahan di ranting yang sebentar lagi patah. Rasanya lelah untuk bertahan, seperti aku berjuang menjaga keseimbangan di tali yang sebentar lagi putus. Rasanya lelah untuk bertahan, seperti aku berlari menghindari hujaman batu tajam yang datang dari kenyataan hidup. 

Tapi aku terlalu sayang untuk melewatkan kamu begitu saja. Tapi aku terlalu sayang untuk melepaskan kamu tanpa perjuangan. Tapi memangnya apa yang sudah aku lakukan untuk kamu? Bahkan perhatian yang ku beri saja dapat juga diberikan oleh orang lain bahkan lebih. Tapi perjuangan apa yang sudah aku lakukan untuk kamu? Bahkan rasa sayang yang ku punya saja tidak pernah tersampaikan karena kelu rasanya lidahku ketika berhadapan denganmu. 
Entah seberapa lama lagi aku harus berjuang. Entah seberapa lama lagi aku harus bertahan. 

Yang aku tau sekarang, rasanya lelah

Yang aku tau sekarang, rasanya sakit

Yang aku tau sekarang, rasanya aku ingin hilang 

Pergi dan tidak pernah kembali..

Karena mungkin sayangku hanya bisa aku rasakan, tapi tidak pernah tersampaikan. 

Karena mungkin sayangku hanya bisa menjadi angan, tanpa pernah menjadi kenyataan.