Hidup jadi tidak menarik tanpa kamu. Hidup jadi tidak menyenangkan tanpa kamu. Ketika setiap nafas yang aku hembus hanya berdengung namamu. Ketika setiap detak jantungku hanya berdegup karena kamu. Mungkin tanpa kamu aku tidak mengenal cinta. Mungkin tanpa kamu aku tidak dapat mengerti arti cinta. 

Maka, terima kasih untuk warna warni yang kau beri di hidupku yang hitam-putih. Maka, terima kasih untuk setiap rasa yang kau papar di hidupku yang mati rasa. 

Ketika hanya namamu yang kuingat disetiap luangku. Ketika hanya namamu yang selalu kuselip di dalam setiap doaku. Maka mungkin ketika saat ini aku belum mendapatkanmu, aku berjanji untuk selalu berusaha mencintaimu sekarang – hingga nanti saat aku sudah memilikimu, dan selamanya.

Advertisements

” Mencintai itu lebih menyakitkan daripada dicintai. Tapi di kedua kata itu ada kata ‘tai’ jadi gimana pun pasti aja ngerasa sakit. “

Kemarin malam gw pergi menjenguk nyokap salah seorang temen lama gw yang lagi dirawat di rumah sakit. Setelah sekian lama gak ketemuan, gw langsung dicecar dengan berbagai macam pertanyaan. Terutama perihal drama percintaan gw dan kode-kode parah yang gw post di path terus-terusan. Awalnya sangat malas untuk gw ngasih tau siapa yang lagi gw suka, tapi karena dipaksa terus menerus akhirnya tak terelakkan lagi kesebut deh orangnya. Dipaksa suru kasih liat foto juga, dan akhirnya ya sudah gw lakukan aja, pikiran gw emangnya sampe mana bisa bahaya yang bisa terjadi. Tapi kemudian semakin banyak ngobrol semakin banyak hal yang malah mungkin kejadian dan gw jadi ketakutan sendiri. 
Gw udah buat planning, susun strategi gimana caranya supaya gw bisa terus maju ke depan melewati hubungan yang astaga nampaknya panjang sekali ini. Tapi mendadak dengan kejadian kemarin malam mendadak gw terdiam karena dari interaksi gw dengan mereka kemarin malam gw baru saja melihat rencana gw lebur karena intervensi banyak orang. Memang kesannya bodoh karena belum tentu juga kan mereka merusak rencana gw, karena somehow gw yakin kalau mereka pasti akan mendukung gw. Tapi sebagai manusia yang memamg individualis, gw merasa bahwa gw lebih memilih untuk menjalankan rencana dan jalan gw sendiri tanpa banyak orang perlu tau. 

Ketika gw akhirnya pulang, tidur. Tadi pagi gw masih bangun dengan keadaan hampir menyerah dan putus asa. Sumpah gw takut banget kehilangan. Gw gak tau apa yang bakal gw lakukan kalau sampai gw kehilangan. Pikiran gw kacau dan ketakutan akan hal-hal yang belum terjadi dan belum tentu akan terjadi. 
Tapi kemudian gw berfikir, ngapain gw perlu takut ketika cinta yang gw punya untuk dia tulus. Ngapain gw perlu takut kehilangan dia kalau sayang yang gw punya buat dia jujur. Karena mungkin gw gak perlu memiliki dia, selama dia bahagia dan sukses maka gw pun akan ikut tersenyum sama dia. 

Cinta itu memang perlu diperjuangankan, dan saat ini gw sedang berjuang mendapatkan cinta dan perhatian koko. Saat ini gw sedang berjuang melawan ego yang terbiasa tinggi, melawan perasaan yang sudah terlatih apatis, melawan hati yang sudah terbiasa tidak merasa. Cinta itu memang perlu diperjuangankan, karena apa fungsinya hidup tanpa perjuangan? 
Kalau gw balik lagi ke quote yang gw tulis di atas, yang disebut sama teman gw kemarin malam; mencintai memang menyakitkan, memang lebih baik dicintai. Di kedua kata itu memang ada ‘tai’ dimana sama-sama bisa merasa sakit, tapi ketika ada rasa sakit tandanya benar-benar cinta. 

Maka pertanyaannya akan gw balikin lagi ke diri gw sendiri, seberapa tangguhkah gw untuk merasakan sakit dari cinta? Seberapa mampukah gw untuk berjuang demi sebuah cinta yang nampaknya betulan cinta sejati ini? 
Gw bukan orang yang mudah menyerah, jadi jangan harap gw menyerah sebelum gw berperang mendapatkan cinta dan perhatian koko. Jalan gw masih panjang, dan gw ikhlas kok mencintai walaupun gak mudah. Because I know I am a fighter. Are you? 

Orang yang mengerti teori mengalah akan selalu menang. 

Kemarin malam ketika gw lagi ngobrol sama teman baik gw, mendadak kalimat itu muncul dari mulut gw dengan mulusnya, dan langsung gw sadar bahwa itu worth blogging about. Udah beberapa minggu gw berusaha mencari inspirasi untuk menulis, sebenarnya setiap hari selalu muncul tapi ditengah kesibukan gw yang mulai astaga-naga dan perasaan gw yang gak karuan, merangkai kata jadi sebuah kegiatan yang tidak lagi mudah. 
Sebagai manusia yang ambisius, gw selalu ingin menang dan gw gak akan pernah menyerah dan ngaku kalah ketika gw masih bisa mencoba. Tapi seperti yang pernah gw tulis di blog terdahulu, bahwa hidup itu tidak selalu tentang berkompetisi dan siapa duluan yang sampai di finish line. Mungkin hidup itu tentang belajar untuk mengalah juga. Di hidup gw yang belum terlalu panjang, tetapi sudah lumayan lama ini gw banyak belajar tentang mengalah. Ada satu motto yang selalu gw pegang di dalam hidup gw, ‘yang waras ngalah

 
Banyak hal yang dilakukan sama keluarga atau orang-orang disekeliling gw yang tidak sesuai dengan keadaan, dengan kemauan gw, dengan jalan hidup gw, dan sering kali gw gak bisa berbuat banyak selain diam dan mengobservasi. Sering kali ketika mereka minta pendapat gw, udah dikasih eh tetep aja gak di dengerin sama mereka. Terus ujung-ujungnya gw yang dibilang sok tau dan akhirnya semakin dipersalahkan. Sering kali kadang gw gak berbuat salah pun sering dituduh salah. Bahkan terkadang gw belum melakukan apapun sudah diasumsikan bahwa gw akan melakukan kesalahan dan udah dimarahin duluan. Di saat seperti itulah kemudian gw berusaha belajar untuk mengalah, bukan karena gw kalah tapi karena gw akan membuktikan ke orang-orang gw bahwa gw akan menang. 

Mengalah itu tidak pernah menyenangkan, karena dianggap kalah dan salah oleh banyak orang. Mengalah itu tidak pernah menyenangkan, karena kita harus bekerja 2 kali atau bahkan 10 kali lebih keras daripada kebanyakan orang. Mengalah itu tidak pernah menyenangkan, karena akan ada perasaan bahwa kita tidak berguna. 

Tapi ketika kita bisa melewati semua perasaan itu, bisa mengalahkan semua mata yang memandang kita kalah, sesungguhnya kita jauh lebih menang dari apapun. 
Sampai saat ini gw masih belajar untuk mengalah. Bahkan untuk cinta yang gw kejar dari koko-pun gw masih belajar untuk mengalah sama waktu, mengalah sama keadaan, mengalah sama kondisi yang mengharuskan gw untuk bersabar. Karena nampaknya begitu gw mengerti dan memahami teori mengalah dan bersabar dengan baik, maka semuanya akan baik-baik aja. Maka gw akan dengan mudah dan dengan yakin memenangkan hati koko. 

Niat baik itu akan selalu berakhir dengan baik. Gw percaya banget sama itu, karena selama gw hidup seperempat abad lebih beberapa bulan ini, sejak gw ngerti mana yang baik dan benar gw mengalami sendiri bahwa semua perbuatan dan niat baik akan selalu kembali baik kepada kita. 
Setelah kemarin gw menggalau gak jelas dengan sangat ajaib sampe pake acara nangis-nangis, akhirnya gw berfikir sendiri (gak sih, ditemenin sama temen gw) tapi kemudian melalui proses berfikir gw merasa bahwa paling baik adalah tetap berniat baik dan berlaku baik. Di dalam hidup sering kali ketika kita merasa banyak ketidakadilan yang kita alami akhirnya kita berbalik dan ikut-ikutan jadi orang jahat. Tapi menurut gw itu sangat bodoh, karena hidup itu emang gak pernah diciptakan untuk menjadi adil. Kayak ada quote tuh yang sering banget gw baca di 9gag, 

‘if you wish to have a fair life, it’s like you are wishing for the lion not to eat you just because you don’t eat them.’ 

Itu quote yang paling dalam dan paling benar yang gw baca. Bahkan gw sampe baca berulang-ulang setiap kali gw ketemu post itu. We will never have a fair life, karena emang gak diciptakan seperti itu. Hidup jadi lebih mudah dijalani karena pilihan kita untuk bersikap kepada hidup. Kalau yang kayak gw, memilih untuk cuek dan apatis kepada lingkungan yang tidak menguntungkan gw. Berbuat baik dan terus memiliki niat baik dalam hidup karena itu yang kemudian membuat hidup jadi lebih bermakna. 

Dalam kehidupan percintaan gw yang hampir non-existance ini, gw memilih untuk tetap punya niat baik dan berbuat baik. Kalau gw emang sayang sama dia, ya sayang aja terus. Kalau emang gw kangen sama dia, ya kangen aja terus. Gak peduli dia sayang atau kangen gw balik, yang penting gw tetap berbuat baik. Karena gak pernah ada niat baik yang kembali menjadi tidak baik. Hanya terkadang gw suka lupa untuk melihat masalah dari sisi lain jadi udah terlanjur marah sama keadaan. 

Mencintai itu memang menyakitkan katanya, and I have learned that the hard and long way. But I guess being in love, fallen in love with koko was the best thing that ever happened to me because then I am learning to live as a human being again. 

So even though it hurts, gw yakin niat baik yang gw punya akan selalu kembali dengan baik kepada gw. Karena ternyata selama dia bahagia, gw juga bahagia. 

So maybe this is what they call true love? 

Kemarin malam gw menghabiskan hampir 2 jam untuk menangis sampe akhirnya gw ketiduran. Udah lama banget gw gak nangis sampe ketiduran kayak kemarin. Tapi gw perhatiin sejak gw menggunakan perasaan lagi di dalam hidup gw, sejak gw menemukan hati gw yang kalau kata temen-temen gw hilang gw jadi cengeng, gw jadi mudah sakit hati dan kecewa. Dan kemudian gw jadi merasa gw lemah karena hati dan perasaan yang sudah gw temukan lagi ini. 

Mencintai itu memang sering kali menyakitkan
, makanya banyak orang lebih memilih untuk dicintai daripada mencintai. Mencintai itu memang sering kali butuh banyak perjuangan dan berdarah-darah, makanya banyak orang lebih memilih untuk dicintai daripada mencintai. Dan gw adalah kebalikannya, gw selalu merasa I have so much love to give. (Dan mendadak gw keinget lagu Take A Look Inside My Heart) 

Gw merasa gw adalah manusia yang bertanggung jawab atas kebahagiaan keluarga dan teman-teman gw. Gw gak perlu bahagia dulu yang penting mereka bahagia duluan, kebahagiaan mereka sangat penting buat gw karena kalau mereka bahagia, maka gw juga akan menjadi sangat bahagia. Kebahagiaan mereka adalah yang utama, gw adalah yang nomor kesekian. 

Dalam hidup sering kali gw juga merasa bahwa gw gak layak bahagia karena masih ada begitu banyak hal dan masalah yang harus gw selesaikan. Bukan cuma masalah hidup gw, tapi masalah hidup temen-temen gw, yang kalau diceritain ke gw kemudian ikutan jadi masalah gw juga. Oleh karena itu sering kali gw akhirnya memilih untuk menggunakan logika dan membuang hati gw, bekerja dan berjalan menggunakan logika dan bukan hati gw. 
Tapi seperti yang pernah gw tulis di blog sebelumnya bahwa kemudian gw sekarang menemukan hati gw. Bahwa sekarang gw sedang belajar untuk menggunakan hati dan logika dengan seimbang. Bahwa sekarang gw perlu bekerja bukan hanya dengan logika, tapi juga dengan hati. Tapi ternyata gw belum siap seluruhnya untuk melakukan itu, karena ternyata hati gw masih terlalu rapuh dan terlalu lemah untuk diajak kerja keras sama seperti gw melatih logika gw selama bertahun-tahun. Menghabiskan waktu kemarin malam untuk menangisi sesuatu/seseorang yang bahkan bukan punya gw, dan melakukan hal yang sebenarnya gak bisa larang. Emang apa hak gw buat ngelarang dia, dia kan bukan siapa-siapa gw. Itu yang gw sebut dan ulang terus menerus di kepala gw kemarin malam. Dan sampai kemudian gw terbangun pagi ini pun masih demikian. 

Jadi pagi ini gw terbangun dengan perasaan gamang, kepala sakit dan mata bengkak, oh dan tentunya dengan hidung mampet. Sudah bertahun-tahun juga gw gak bangun dengan perasaan kayak begini, perasaan marah dengan keadaan, marah dengan diri sendiri karena menjadi lemah. Tapi apakah sebenarnya cinta melemahkan? Tapi apakah sebenarnya cinta membuat kita jadi kalut? Bagaimana caranya kita bisa hidup dengan menggunakan logika dan hati kita dengan seimbang? Kenapa kebanyakan kita selalu berat sebelah seperti yang gw rasain sekarang? 

Ah ya, mungkin itu serentetan pertanyaan yang tidak perlu dijawab hari ini. Hari ini gw hanya punya pilihan: apakah gw akan terus belajar menggunakan hati gw yang ternyata mudah terluka ini ataukah gw akan kembali memasukkan hati gw ke dalam kotak, menguncinya dan membuang kuncinya jauh-jauh seperti dulu.

Let’s see where life will take me today.
 
Ini hanya racauan sakit hati. 

Yuk mari tetap semangat! 

Bersungguh-sungguh melakukan sesuatu itu sangat sulit ya. Butuh konsistensi, butuh kesabaran, dan yang terutama menurut gw butuh tahan uji. 
Seperti biasa, setiap Sabtu kan gw pasti Persekutuan Doa di gereja. Terus udah gitu temanya kemarin adalah ‘Dancing In The Rain’, ada sebuah ayat yang terus terngiang di kepala gw karena saat ini kayaknya gw sedang berada di kondisi dimana gw harus menjalani dan mengimani ayat itu. Gw agak lupa bunyi persisnya seperti apa dan di kitab apakah itu, tapi kira-kira begini, 

‘Karena di dalam pencobaan ada tahan uji, di dalam tahan uji ada ketekunan dan di dalam ketekunan ada pengharapan. Dan pengharapan tidak pernah mengecewakan.’ 

Iya gw masih ngegalauin cinta gw yang gak kunjung selesai dramanya ini. Iya gw masih pusing sama keadaan cinta yang kok kayaknya gak maju-maju ya. Tapi kemarin gw abis maksain temen gw untuk ngasih tau gw apakah goal yang gw kejer itu sebenarnya koko dan apakah gw ada kemungkinan untuk bahagia sama koko. Iya gw tau gak mungkin juga kita memaksakan kehendak dan tau masa depan kan? Tapi gw semacam butuh peneguhan bahwa apa yang gw lakuin selama ini gak sia-sia, karena perlahan gw sudah mulai lelah dengan keadaan. Perlahan gw sudah mulai lelah berusaha karena gw sama sekali gak ngeliat titik terang dari perjuangan gw. Gw gak ngeliat akhir yang bahagia dari perjalanan panjang yang sedang gw jalanin ini. Dan gw males juga kalau dianggap ngarep sama orang yang belum tentu juga suka balik sama gw. 
Tapi kemudian di tengah kegalauan dan kelelahan gw, gw diingatkan sama Tuhan bahwa di dalam pengharapan tidak ada kekecewaan, dan bahwa dalam segala pencobaan ada tahan uji. Tuhan lagi menguji kesabaran gw, Tuhan lagi menempa gw untuk jadi manusia yang lebih sabar, jadi manusia yang memiliki proses dan gak instan. Tuhan lagi meminta gw untuk bersabar karena rencana-Nya paling indah. 

Terkadang gak smua hal yang kita mau itu langsung kita dapatkan. Karena apa fungsinya hidup kalau apapun yang kita mau langsung kita dapatkan? Dimana letak keseruan hidup kalau smua yang kita mau langsung ada. Hidup itu jadi seru dan berwarna karena ada perjuangan, ada sakit, ada perjalanan yang melelahkan, jadi nanti kita bisa cerita sama temen-temen kita. Dan kemudian kita bisa mengangguk kepada diri kita sendiri karena kita sudah berjuangan dan tahan uji di dalam kehidupan kita. 
Ketekunan akan membuahkan pengharapan, dan pengharapan tidak pernah mengecewakan. 

Have a great Monday!