Sebagai seorang manusia, kita hidup pasti punya impian, harapan yang kemudian diikuti dengan ekspektasi. Dalam kehidupan sehari-hari aja biasanya kita selalu berekspektasi. Bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Misalnya bangun pagi di hari yang cerah, tau kalau kita mau berangkat ke kantor atau berangkat kerja tapi bakal banyak kerjaan, kita udah berekspektasi kalau bakal jadi hari yang melelahkan. Atau misalnya kita kenal sama seseorang dan kita sering denger cerita kalau orang itu nyebelin dari orang lain, pas kita ketemu sama kenalan kita ini, kita juga akan berekspektasi kalau dia adalah orang yang menyebalkan. 
Baru-baru ini gw punya kenalan baru yang kemudian jadi cepet akrab karena kita sama-sama suka sama superheroes dan anime. Cepet akrab juga karena dia orangnya sama aneh dan sama gilanya sama gw. Sama-sama curious about a lot of things yang ngebuat kita bisa bahas apa aja dan bagaimana aja sampe subuh sekali pun. Bahkan kita pernah ngobrol dan nongkrong di McDonalds sampe jam 2 pagi gara-gara bahasin soal Lucifer. I know we are crazy and weird. Gw dan dia sama-sama orang yang religious, dengan agama kami masing-masing kita suka bertukar pikiran soal hidup dan pandangan agama. Menurut gw itu merupakan suatu hal yang sangat bagus, karena kita masing-masing jadi bisa menghargai agama yang berbeda itu dengan sangat baik. Kalau kita mengerti agama lain kan kita jadi bisa lebih mengerti. Sampai pada sebuah kejadian, yang ngebuat gw cukup syok. 
Gw bukan tipe orang yang berekspektasi pada apapun. Gw menjalani hari-hari gw blank, kadang ada perasaan bahwa sesuatu hal yang baik atau buruk bakal terjadi, tapi biasanya gw abaikan karena gw gak mau overly excited or sad. Begitu juga dalam pertemanan, gw sama sekali gak punya ekspektasi kepada teman-teman gw. If I do or did something for them, gw gak ada pikiran bahwa mereka harus membalas perlakuan baik gw. Kalau gw bantu mereka, gw juga gak ada ekspektasi bahwa mereka harus bantu gw dikemudian hari. Gw juga gak pernah berekspektasi bahwa teman-teman gw itu orang yang bisa gw ubah atau apapun. Ketika gw sudah memutuskan berteman dengan mereka, gw akan menerima mereka apa adanya, baik buruknya. Kalau mereka melakukan kesalahan, gw pasti ingetin. Iya kadang cara gw ingetin dengan mulut gw yang kayak tong sampah dan vocabulary yang keras, tapi gw yakin juga mereka ngerti maksud baik gw. 

Di suatu malam, gw kaget ketika orang ini bilang sama gw setelah kita berdebat soal sesuatu yang gw gak begitu inget apa, ‘gw kadang suka males ngomong sama lu deh. Lu gak sesuai sama ekspektasi gw.’ 

At that moment, I stopped myself from typing and replying to his chat. Dan gw langsung berfikir ke diri gw sendiri, emang kenapa sih harus berekspektasi dalam pertemanan? Jadi akhirnya yang gw lakukan adalah gw tanya apa sama dia ’emang ekspektasi lu apa?’ Jadilah dia menjabarkan ekspektasi dia tentang gw ke diri gw. Yang kemudian hanya gw balas dengan ‘maaf ya gw gak sesuai sama ekspektasi lu.’ 
Gw kemudian sadar bahwa kita gak bisa membahagiakan semua orang. Sering kali kita juga gak sesuai sama ekspektasi orang lain. Sering kali karena ekspektasi orang lain akhirnya kita merubah diri kita supaya sesuai dengan ekspektasi orang lain itu. Tapi emangnya itu diri kita sendiri? 
Kadang ekspektasi orang lain terhadap diri kita yang menjadi kita bukan diri kita sendiri. Kadang ekspektasi kita pada orang lain juga yang membuat kita jadi berharap terlalu banyak sama orang lain. Gw gak bilang bahwa kita gak boleh berekspektasi, tapi mungkin gak kalau kita melimitasikan ekspektasi kita? 

We can’t please everybody, the most important thing is that we are able to please ourselves and be happy with ‘self’. 
Have a great Wednesday! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s