Biasanya kalau jatuh cinta itu, gw jadi lebih produktif nulis. Biasanya juga, kalau gw sudah mulai menulis berarti ada sesuatu yang gw rasa perlu untuk dibuat menjadi sebuah memori yang suatu saat akan menjadi sebuah kenangan yang lucu untuk dibaca kembali.

Dan kali ini entah kenapa gw merasa jatuh cinta sama orang yang tepat. Selama ini kayaknya gw selalu dekat sama orang yang salah, kemudian juga kayaknya selama ini gw gak pernah betul-betul jatuh cinta saat menjalin hubungan yang dulu. Aneh banget ya, karena akhirnya setelah sekian lama perjalanan gw mencari cinta, akhirnya gw semacam menemukan cinta sama orang yang tepat. Kalau istilahnya bibit-bebet-bobotnya dapet semua.

Susah-susah-gampang jadi orang Chinese yang lahir di Jakarta dan besar di luar negri. Ketika mind-set yang dimiliki adalah mind-set tentang bagaimana perbedaan yang harus disatukan, tapi ujung-ujungnya kemudian kepentok juga sama tradisi. Seumur-umur gw pacaran serius baru 2 kali. Both of them are non-chinese dan bahkan kita gak seagama sama sekali. Tapi menurut gw perbedaan yang kita punya dulu jadi sebuah warna yang menyenangkan, karena kita masing-masing belajar tentang perbedaan, kita masing-masing belajar tentang bagaimana tradisi yang berbeda ras, berbeda agama, dan bahkan berbeda status sosial. Perbedaan-perbedaan itu bikin aku belajar akan dunia, belajar menjadi diri yang lebih baik dan lebih dewasa. Dulu mungkin karena aku belum sedewasa (baca: TUA) sekarang, pemikiran tentang pacaran itu ya simple aja. Supaya gak sendirian dan ada temen curhat; belum ada pikiran untuk nikah sama pacar itu, walau ya ada juga sih suka kebayang-bayang, tapi ya gitu-gitu amat juga.

Sekarang, ketika akhirnya gw merasa jatuh cinta sama laki-laki yang balik lagi ya bahwa bibit-bebet-bobot-nya dapet dan jatuh cinta setengah mati sama laki-laki ini akhirnya gw dihadapkan sama tradisi dengan berbagai macam pertanyaan yang gak bisa gw jawab sama sekali.

“dia orang mana? siapa nama keluarganya dalam bahasa chinese” — MANA GW TAU?!

“dia keturunan apa?” — BUKANNYA CHINESE CUMA ADA 1 MACAM?!

“maksudnya, apakah dia orang Hokkien, Teow Chew, atau Khe” — HAH?!

Pertanyaan-pertanyaan macam inilah yang kemudian bikin gw jadi bergidik ngeri sama tradisi yang kayaknya gak gw ngerti sama sekali. Dulu saat gw masih pacaran sama yang non-chinese dan tidak seagama, nyokap selalu bilang dengan banyak tanda seru dan muka merah penuh amarah “kalau emang mepet banget gak bisa se-ras setidaknya seagama-lah” Lah, sekarang dapet yang se-ras dan seagama pertanyaannya jadi lebih susah lagi.

Jadi seharusnya gw harus gimana sih? Boleh gak gw ngerasain dulu jatuh cinta ini? Boleh gak gw ngejalanin rasa kangen yang gw punya dan setiap hari gak berani gw sampein ke orang ini? Orangnya aja belom tau kalo gw suka sama dia, karena baru pertama kali ini di dalam hidup gw jatuh cinta sampe klepek-klepek gini. Baru pertama kali dalam hidup gw menjadi pengecut dan bahkan gak berani ngajak orang ini keluar untuk sekedar minum kopi bareng. Bahkan baru pertama kali ini gw berdoa setiap hari ke Tuhan untuk selalu melindungi laki-laki ini setiap harinya. Karena gw sadar, bahwa gw jatuh cinta beneran dan secara egois gw mau memiliki laki-laki ini selamanya.

Yes, yes I know terdengar sangat cheesy, but I have fallen head-over-heel for this guy, but I am to shy to say so. Dan belom juga masalah malu dan takut gw selesai, gw udah harus dihadapkan sama apakah dia Chinese Hokkien, Teow Chew atau Khe.. :)))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s