mati rasa, mati saja..

ahh, gw menulis blog ini disela-sela gw BBMan sama temen, imessage-an juga sama temen, dan juga ngerjain summary tugas yang tidak kunjung selesai ini, dan karena ternyata tarikan lebih kuat untuk melakukan yang lain dibandingkan melanjutkan tugas summary itu akhirnya gw memutuskan untuk nulis blog aja. Yah khan kegiatannya sama-sama ngetik juga khan?!

BTW, hari ini entah kenapa pengen banget ngebahas soal mati rasa. Gw pernah merasakan mati rasa beberapa kali kepada beberapa orang. Dan yah ini memang harus melalui proses yang sangat panjang untuk mematikan sebuah perasaan yang mungkin sudah lama kita buat dan kita bina kepada particular someone. Menurut gw, mematikan sebuah perasaan adalah sebuah proses pendewasaan diri dan juga proses move on yang sangat menyakitkan. Gimana gak menyakitkan, gw melalui dua kali proses move on, yang pertama gw harus rela dulu disakitin bertahun-tahun sama laki-laki itu dan akhirnya karena sakitnya udah unbearable dan karena gw juga udah berkali-kali ngasih dia kesempatan dan dia tidak menggunakannya dengan baik, walhasil akhirnya gw mati rasa sama semua maaf dia, semua kata-kata bullshit dia dan smua baik-baiknya dia. Gw butuh 1 tahun 18 bulan untuk mematikan rasa ini sama dia, untuk akhirnya kebal dan immune sama segala hal yang terjadi. Lama banget khan..

Yang kedua juga kejadiannya hampir sama, tapi karena kemudian gw sudah punya pengalaman pertama dimana ternyata rasanya gak enak banget, akhirnya gw membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat kalo dibandingin sama pengalaman pertama gw mematikan rasa. Menurut gw pribadi, mematikan rasa ini merupakan sebuah jurus paling jitu untuk move on. Karena ketika suatu saat kita harus bertemu lagi, berhadapan lagi dengan orang ini kita gak bisa lagi inget-inget apa yang terjadi secara detil, kita cuma inget garis-garis besar yang pernah terjadi. dan bahkan kemudian sudah gak ada lagi perasaan apa-apa.. hanya sebatas “I Knew You Before..”

Dan kemudian ada 2 hal yang mungkin terjadi. Kita akan nerima mereka kembali lagi sebagai seseorang yang kita kenal. Yak cukup kenal, tidak perlu jadi teman. Atau kemudian kita cukup memutuskan untuk “Mati saja kamu ke laut!”

so it’s our choice.. kalo gw pribadi sih ya gw akan memilih mereka untuk “MATI SAJA!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s