resahku

aku tersenyum..
dalam tangis ini aku memilih untuk tetap tersenyum
biar saja hati ini yang menangis tetapi wajahku tersenyum

ada kiblat kiblat sakit yang ingin aku sembunyikan
ada gurat gurat resah yang aku simpan di lubuk hatiku yang paling dalam

entahlah, ada begitu banyak pertanyaan yang hinggap dikepalaku
saat ini aku tak dapat berfikir jernih
aku resah
gelisah
gundah

aku ingin hilang..
tapi aku ingin ada tetap disampingmu
aku ingin menangis..
tapi aku tau aku harus tetap tertawa..

aku..
aku menyayangimu..
tetapi entah mengapa sulit bagiku untuk meraihmu..

aku sayang padamu..
apakah kamu juga sayang padaku?

Advertisements

Somebody

Since we met
we never let our feelings go too far
from being just friends
i always thought how good you are to me
could we be much more?
where do we begin?

my mind says don’t change a thing
’bout the way we are today
but my heart speaks don’t be afraid
or let her slip away

sometimes love can change your mind
but don’t let her pass you by
you’ll never know what you might find
she could be waiting too for
someone
someone to love

it’s said that friends can be the best in love
i believe that it’s the best way to start
every part of me feels that i’m complete
wouldn’t change a thing i love you as you are

i can see, the beautiful, tears that fill your eyes
could they mean you feel the same,
all we have to do is try

sometimes love will make you cry
touching places deep inside
i want to spend the rest (all) of my life
loving you
and being someone
someone you love

if i should ever
let you down
just remember
i’m just a man
the same you know with all my faults
i’ve waited all this time
why should i search for someone else
our love can’t be denied

sometimes love will take her time
but when you know she’s by your side
everything will be alright
knowing that i have you
baby someone
someone to love

PS: I guess I will never wanna let you slip away..
I do love you, and I am searching for somebody to love.. I love you so so much mas 🙂

sekedar torehan sakit ini..

Kadang hidup itu memang aneh.. Iya memang smuanya aneh dan kadang smuanya cukup menyakitkan sampe akhirnya kita malas untuk bergerak atau melakukan apapun di dalam hidup ini. Bahkan untuk bermimpi saja udah malas dan itulah apa yang lagi gw rasain saat ini. I know I know gw terdengar sangat bodoh dan pathetic, dimana kebanyakan terakhir ini posting gw itu tentang cinta dimana kebanyakan akhir-akhir ini tulisan gw itu tentang harapan. Cuma akhirnya kemarin malam gw terdiam dan bertanya sama diri gw sendiri, dimana harapan gw? Kenapa selama ini gw selalu berharap dan akhirnya gw cuma merasa sakit dan sakit lagi karena berkali-kali Tuhan hanya menyediakan Imaji yang ga pernah bisa gw raih? Kenapa Tuhan jahat sama gw, kenapa gw terus menerus di siksa? Tuhan sebenarnya aku sudah ga kuat sama semua ini dan aku hanya ingin bahagia sama dia kenapa itu aja jadi satu hal yang sulit banget.. Ya dan itulah kenyataannya yang ternyata memang menemukan bahagia itu seperti mencari sebutir nasi di atas gurun sahara yang penuh pasir..

Kalau selama ini yang ngikutin blog gw tau gimana setiap hari, setiap saat gw kangen banget sama si mamas dan gw selalu berharap smuanya akan baik-baik aja, cuma kenyataannya kenapa hari ini gw masih harus ngerasain ini? Apa memang gw diciptain hanya untuk disakitin? Kenapa rasanya semuanya ini semu banget? Entahlah gw bingung. Yes I know this is weird, I mean selama ini gw ngejalanin hal yang ga pasti, gw berusaha mengikuti flow yang ada dan gw berusaha menjadi yang terbaik untuk dia. Gw ga menyesal dengan apa yang sudah lakukan dan apabila sekarang gw masih harus melakukan itu untuk dia juga gw akan selalu bersedia untuk melakukan itu sama dia. Yang gw mau adalah dia selalu bahagia dan senang, yang gw mau adalah dia selalu menjadi yang terbaik untuk keluarganya dan juga diri dia sendiri. Selama ini mungkin memang gw juga ga pernah bilang bahwa sebenarnya apa yang gw jalanin sama si mamas itu mungkin terkesan semu. Begitu banyak harapan demi harapan yang setiap hari gw panjatin ke Tuhan semuanya intinya gw pengen bahagia sama dia, semua itu intinya ucapan syukur karena akhirnya gw udah ketemu sama bagian kehidupan gw yang hilang dan akhirnya sekarang gw temukan.

Bukankah selama ini aku udah sabar ya? Bukan selama ini aku udah berusaha jadi yang terbaik? Bukankah selama ini aku sudah memberikan semua yang bisa aku kasih? Cuma kenapa masih ada yang salah dari apa yang aku kasih? Iya aku sadar aku memang bukan siapa-siapa dan tidak akan pernah menjadi apa-apa. Iya aku juga sadar bahwa apa yang kita jalani saat ini mungkin masih hanyalah perjalanan awal semata, tapi jujur aku sakit nunggunya dan entah kenapa ketika logika dan hati aku ga berjalan senada aku masih pengen ada disini nungguin kamu karena bahagianya aku sama kamu. Karena memang aku cuma masih mau ada disini untuk sama kamu tanpa aku sudah harus cari yang lain lagi. Bukannya aku juga udah pernah bilang hal-hal ini sama kamu? Ataukah akhirnya kamu sadar bahwa aku memang sebenarnya ga akan pernah bisa dan pantes untuk ada sama kamu?
Kalau seandainya iya begitu bisa ga aku denger itu langsung dari mulut kamu mas? Seperti yang aku bilang kemarin malam, meskipun nyakitin sekalipun aku mau denger itu. Yes I know truth hurts, tetapi lebih nyakitin lagi kalau aku tau semuanya itu dari orang lain atau dari mata kepala aku sendiri. Aku sudah ga mau berspekulasi, aku sudah ga mau menebak-nebak karena rasanya sakit. Aku mau semuanya ini berjalan baik-baik aja..

Aku juga tau ga mudah untuk memutuskan sesuatu ditengah begitu banyak permasalahn lain yang lebih penting dibandingkah hal yang kecil seperti ini, dan siapalah aku yang patut dapetin semua ini dari kamu. Aku cukup sadar diri dan tau kok bahwa aku memang bukan siapa-siapa dan aku sebenarnya hanya seorang anak kecil yang sedang mencari kebahagian. Cuma emang bahagianya sama kamu, dan jujur aku ga mau kehilangan kamu.. rasanya ada yang hilang dan rasanya ada yang langsung kosong dari diri aku ketika aku sadar bahwa aku punya kemungkinan besar untuk kehilangan kamu..

Apakah setidak berharganya itu aku? Apakah memang aku ga pantas untuk bahagia?

sekelebat kisah lalu..

akh entah kenapa hari ini gw ingin menulis lagi di malam ini, di tengah kelelahan gw setelah kerja hari pertama di kantor baru yang sementara ini dan juga di tengah suara nyokap gw perhitungan demi perhitungan keuangan yang dia perlu lakukan buat gw di Jakarta dan buat keluarga disana yang semestinya tidak perlu dia urusin lagi, cuma aja dia yang memang nampaknya terlalu baik untuk mengurusi semuanya. Dan ditengah kebisingan yang sejujurnya mengganggu ini gw ingin menuliskan kenangan masa lalu demi masa lalu gw yang pernah gw lalui sepanjang perjalanan hidup gw.

Baru aja kemarin malam sebelum gw tidur dan ketiduran dari sebelum bales sms mamas dan akhirnya gw ketiduran gw berhasil menemukan beberapa serpihan masa lalu gw melalui diary yang mendadak gw temukan di sela-sela buku gw yang akan gw bawa pulang ke Indonesia. Kaget sekaligus sedih ketika gw buka buku diary gw itu karena ternyata gw sadar kehidupan gw selama ini ga pernah seindah fairy tale yang sering gw tulis di lembaran demi lembaran buku tulis atau torehan digital gw di internet, tapi ada beberapa orang yang sempat memeriahkan hidup gw juga di diary itu. But for today gw ingin sekali menceritakan tentang seseorang yang nyata di kehidupan gw, yang berhasil gw benci selama ini tetapi kalau gw inget kenangan demi kenangan yang pernah gw laluin sama dia, ada beberapa hal yang selalu bikin gw tersenyum geli akan tingkah laku kita sebagai manusia dulu.

Dari dulu gw ga pernah lahir menjadi manusia yang baik. To be honest dari dulu gw selalu menjadi seorang anak cewe yang menyebalkan, I am a jerk and I am not a shame to say so. and I got this enemy of mine yang selalu menjadi seorang angel, yang selalu lebih baik dan lebih segalanya dimata nyokap gw. Dia itu merupakan tetangga yang hingga hari ini mungkin masih ada sekelebat rasa benci yang gw simpan untuk dia. Namanya Ichsan kalau gw ga salah, dia itu tetangga di samping rumah gw yang selalu main sama gw dan selalu gw jorokin ke tanah, yang selalu kena lemparan kerikil gw, yang selalu gw sambitin pake batu pohon mangga dirumahnya, yang selalu gw rusakin mainan robot”annya tapi dia juga seseorang yang ngajarin gw naik sepeda dan nerbangin layangan.

Ichsan itu seseorang yang sempurna di mata gw sebagai seorang anak kecil. Dia yang selalu dibanggakan sama nyokap gw, pinter, gagah, tinggi, sopan sama orang tua, dan selalu bisa menjadi yang terbaik. Sedangkan gw, pinter sih di sekolahan tapi bandel, jarang gw pulang tanpa dapet komplen dari guru di sekolah gw. Kerjaan gw keluar rumah maen di jalanan, mungut pletekan, ngerjain anak orang, bikin anak tetangga nangis, lemparin batu ke pohon mangga orang, bahkan sampe manjat-manjat pohon di sebrang rumah. Ada aja kegiatan nakal yang akan gw lakuin sampe nyokap gw ngelus dada doang. Hingga hari ini karena keseringan gw bandel dulu itu, di depan siapapun nyokap gw ga akan pernah ngebanggain gw. Semua bagusnya gw nampaknya ga pernah terlihat sama dia dan cuma jeleknya aja yang akan dia bilangin ke orang. Contoh terbaru yang gw ingat adalah ketika gw bawa mamas kerumah dan mereka ngobrol, pasti nyokap gw cuma bilang yang jelek-jeleknya sama yang ga bisanya gw doang, yang bagus-bagus mana pernah keluar dari mulut nyokap gw.

Kemarin gw sempet baca dari diary gw, gimana gw sebel dan marah banget bahwa hampir sepanjang hidup gw, gw sudah hidup dibawah bayang-bayang Ichsan. Ichsan yang begini, Ichsan yang begitu. Mama mau kamu bisa seperti Ichsan yang begini, contoh dong Ichsan yang begitu, dan akhirnya sering gw pengen seperti Ichsan dan bahkan pernah terlintas dibenak gw untuk meniadakan si Ichsan tetapi hingga hari ini gw menuliskan torehan sembarang gw ini setelah hampir 16 tahun gw masih marah dengan adanya si Ichsan dan dia juga masih tetapi hidup walau nampaknya nyokap gw sudah tidak lagi membicarakan dia semenjak gw berhasil membuktikan bahwa gw juga mampu seperti Ichsan walau I am still the same old jerk. The same naughty girl, the same bastard lah istilah kasarnya, yet gw berhasil keluar dari bayang-bayang Ichsan yang selalu dan selalu lebih baik daripada gw bahkan mungkin hingga saat ini. Masih ada sekelebat rasa sakit hati gw sama dia dan masih banyak rasa sebal gw sama nyokap karena banyak kejadian demi kejadian yang terjadi ketika gw kecil karena si Ichsan.

Tetapi ada juga sedikit rasa kangen gw sama dia, sedikit rasa terima kasih gw ke dia karena dia pernah menjadi semangat hidup gw secara tidak langsung untuk menjadi orang yang lebih baik dari pada dia. Untuk menjadi orang jauh lebih dewasa dan akhirnya gw berhasil menunjukkan kepada semua orang bahwa masih banyak yang perlu mereka lihat, bukan hanya sebuah kesempurnaan semata. dan di tengah ketidak sempurnaan gw ini juga pengen berterima kasih sama mamas yang sudah menyayangi dan menerima gw apa adanya di tengah ketidak sempurnaan dan di tengah keadaan yang nampaknya tidak pernah berpihak sama kita, tetapi aku harap pelan-pelan kita jalanin ini semua agar semuanya menjadi lebih baik ya mas. Cerita kita belum di mulai tapi aku harap ini merupakan sebuah awal yang bahagia dan cerita kita akan terus berlanjut sampai di ujung usia nanti. Aku bangga dengan kamu apa adanya, dan apabila kamu nanya sama aku hari ini apa yang aku mau dari kamu, aku ga mau apa-apa mas. Aku cuma minta supaya kamu terus bahagia, karena bahagia kamu itu bahagia aku.. I love you so much, through my imperfection I love you everything 🙂 miss u my tadpole

Noetic Science in our life

ada sebuah ilmu sains yang bernama Noetic Science, dimana ini memiliki sedikit theory seperti ini: ‘our thoughts actually interacted with the physical world, whether or not we knew it, effecting change all the way down to the subatomic realm. Mind Over Matter. Which means Human thought can literally transform the physical world. We are the master of our universe.’

Ini berhasil gw baca dari buku Dan Brown yang terbaru yang berjudul The Last Symbol. Beberapa kali membaca buku Dan Brown memang ada ada aja yang berhasil gw ketahui dari dunia yang sebelum ini ga gw ketahui, cuma untuk yang kali ini memang bener-bener menarik hingga akhirnya gw ingin banget menorehkan sedikit insights gw dan juga pemikiran gw kesini. Inget ga ada sebuah kalimat yang selalu dikatakan ke orang tua ke kita sewaktu kita ragu untuk melakukan sesuatu? gw yakin setiap orang tua punya caranya sendiri untuk menyatakannya, cuma kira-kira ini yang sering disebut sama oma gw ketika gw ragu melakukan sesuatu, ‘sesuatu itu kalau dipikirkan ga baik ya akan jadi ga baik. Lebih baik kita selalu percaya kalau semuanya akan baik-baik aja, nanti kamu akan kaget sendiri bahwa pikiran kamu itu lah yang mengontrol semuanya.’ dan memang itulah yang selalu memberi gw kekuatan untuk berfikir positif tentang segala hal di hidup gw ini, walaupun memang nanti terkadang gw akan kembali lagi jatuh terpuruk dalam kegelapan pikiran gw. 

Tetapi kemudian hal ini terjadi dalam kehidupan gw yang sekarang akan menjadi kenyataan yang membahagiakan gw. Selama ini gw pengen banget kuliah di Jakarta dengan berbagai macam alasan gw berusaha meyakinkan nyokap gw untuk memberikan gw izin itu. Selama ini gw berfikir dan berusaha berfikir bahwa gw akan kuliah di Jakarta dan gw akan kembali pulang menetap di Jakarta, bukan karena gw pengen deket sama mamas, bukan karena apapun, tetapi karena memang disanalah gw merasa nyaman dan berasa rumah. Setelah adanya mamas memang kemudian alasan pun bertambah karena gw pengen selalu ada di deket dia dan gw merasa disanalah masa depan gw tergambar dengan jelas. Pikiran bahwa gw pengen kembali ke Jakarta dan menetap selalu gw letakkan di dalam benak gw dan sama sekali tidak pernah lepas, dan kemudian walau perlahan tetapi pasti, akhirnya tampak itupun kemudian tergambar jelas di depan mata gw sekarang. Gw akan kembali ke Jakarta, kuliah, bekerja dan menatap kehidupan gw disana. Kita kembali ke paragraph pertama dari blog gw ini bahwa We are the master of our universe. Kita yang mengontrol apa yang kita mau, kita mengontrol dunia kita dengan pikiran kita, dan itu bukan bercandaan, tetapi kenyataan yang memang terjadi tetapi melalui proses yang biasanya kita kenal dengan nama jalan kehidupan. Proses Hidup, dan gw percaya dengan proses itu. Itulah yang membuat gw ada hari ini, itulah yang membuat gw menjadi manusia hari ini dan itu dikarenakan pikiran demi pikiran kita juga sebagai manusia. Banyak hal di dunia ini yang terjadi akibat pemikiran manusia, siapa yang salah apabila ada satu hal buruk yang terjadi pada diri kita sendiri dan itu pernah terlintas di benak kita? Nampaknya untuk kali ini gw bakal bilang kalau itu salah kita. Mind Over Matter pikiran kita kepada sekitar kita mempengaruhi semuanya, bahkan bagaimana cara kita berfikir memperjelas masa depan kita.

Jadi, kalau kita ingin semuanya baik-baik saja, mari kita berfikir bahwa semuanya akan baik-baik saja. We are the master of our universe, we control ourselves, we control our own future 🙂
kali ini aku mau percaya kalau semuanya akan baik-baik saja ya mas.. hope this love will last forever 🙂 miss each moments that I spent with you.. love u so much