Kembali Menulis hal yang sama..

Saya bukan manusia yang mudah berubah, begitu kata orang. Mungkin benar itu adanya, saya tidak mudah berubah, butuh waktu yang sangat lama untuk saya melakukan perubahan demi perubahan yang saya yakini membawa saya menjadi lebih baik. Perubahan itu penting bukan? begitulah yang saya percaya..

Ada hal lain juga yang saya percaya, setiap ada awal maka akan ada akhir, setiap ada pertemuan maka akan ada perpisahan. Sesuatu yang membuat saya menjadi takut dengan semua awal yang baru, padahal setiap harinya saya juga melalui awal-awal yang baru. Awal pagi, awal kelas, awal… akh banyak sekali awal yang saya lalui setiap harinya, tetapi tetap saja kata awal itu menjadi sebuah momok yang begitu menyeramkan untuk saya.
Ya mungkin kembali hari ini saya akan membahas hal yang sama yang saya bahas kemarin malam juga, masih dengan kerinduan dan ketakutan saya akan kehilangan sosok yang selama ini saya cari. Mungkin membosankan apabila membaca tulisan tulisan saya yang makin hari sepertinya makin panjang hanya menceritakan tentang ketakutan yang sepertinya tidak memiliki ujung ini.

Aneh rasanya ya memiliki ketakutan akan hal yang sama, over and over again. It seems like a never ending cycle of hurting your own heart, mind, and soul. Apalagi ketakutan akan kehilangan sosok yang ternyata hampir selama sepanjang perjalanan hidup kita cari. Saya pernah menulis akan bahwa masalah itu sebenarnya datang dari pikiran kita sendiri, dan masalah demi masalah akan hanya muncul apabila kita terus menerus memikirkannya..
akh entahlah saya sendiri bingung menjelaskannya.. yang saya tahu, hari demi hari saya ketakutan akan kehilangan sosok yang ternyata sangat berarti buat saya. Sosok yang ternyata lebih mahal dari pada apapun bagi saya. Mungkin saya rela mengganti dengan apa saja, asalkan dalam hidup ini saya tidak akan pernah kehilangan lagi.

Saya pernah berkata, bahwa keluarga itu mahal sekali harganya buat saya. Dan ya, memang benar keluarga itu mahal sekali bagi saya.. dan sungguh saat ini yang saya harapkan hanyalah keluarga, yang utuh, yang damai, yang tenang. Kecil saja tetapi bahagia, hanya itu yang saya inginkan.
Sebuah keluarga kecil yang bahagia, dimana ada Ayah, Ibu, Adik, dan saya…
Just that..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s