Just a lil’ note

00.35
Akhirnya aku sampai juga di singgasana kamarku yang tidak mewah tetapi malah berantakan juga. Pikiranku berputar kesana kemari. Kepenatan mulai merajai seluruh tubuhku, rasanya ingin sekali aku hanya merebahkan tubuhku di tempat tidur dan langsung terlelap bersama dengan gelapnya malam, menuju negeri impian di dalam negri mimpi yang biasanya menggambarkan semua keindahan yang tak nyata. Aku membaringkan tubuhku ke atas tempat tidurku, kemudian aku memejamkan mataku. Beberapa kejadian yang terjadi di hari ini mulai satu per satu kembali muncul seperti slide dokumentari kejadian yang dapat membuatku tersenyum. Tetapi kemudian perlahan-lahan slide itu tergantikan dengan kejadian yang sudah lama dan sama sekali tak ingin aku ingat-ingat lagi.
Dua butir air mata jatuh membasahi pipiku. Aku terduduk di pojokan tempat tidurku dan aku mulai menangis ingin meredakan kepedihan yang kembali muncul di hatiku. Perasaan sakit yang selalu menghantuiku selama hampir 20 tahun terakhir ini. Semua kepedihan yang aku rasakan semenjak aku berteriak nyaring ketika keluar dari rahim ibuku menandakan aku sudah selamat sampai di dunia ini.

==

Ya itu dia sedikit potongan dari novel yang lagi gw garap sekarang ini. Akhir” ini gw tau gw jarang banget ya update blog gw, dikarenakan memang gw lagi semangat banget garap novel gw biar cepet jadi.. hehehe

Wish I can finish it real soon ^^

jadi kalo misalnya gw jarang update blog kesayangan gw ini.. bersabarlah.. siapa tau nanti sebentar lagi bakal ada novel yang muncul atas karangan gw .. ahahaha

another blabber.. a more positive one though..

Mind is a really dangerous thing! begitu yang pernah saya diingatkan oleh salah satu teman terbaik saya yang sering menemani hari hari saya dan menjadi batu tumpuan saya apabila saya dalam banyak masalah. Ya mungkin memang benar, bahwa pikiran itu merupakan sesuatu yang sangat berbahaya, karena ialah yang biasanya memanupulasi dan juga menghasut kita untuk melakukan banyak sekali hal.


Mungkin malam ini saya akan kembali menulis hal yang sama lagi dan lagi dan lagi dan lagi. Entahlah mungkin semenjak saya kembali dari liburan saya yang terakhir, dimana memang saya hanya menghabiskan waktu saya dengan my ‘little family’ dan itu membuat saya sekarang ini ingin sekali menangis meraung raung karena saya merindukan mereka. Terutama saya begitu merindukan sosok itu lagi. Ya kembali sang sosok kebanggaan dan kesayangan itu. Menyebalkan sekali apabila kita merindukan mereka dan kemudian yang bisa kita lakukan hanya SMS, hanya telpon, hanya chatting ringan atau mungkin sekedar melihat web-camnya.. karena itu semua tidak membayar rasa rindu yang membuncah ruah di hati saya.
Saya begitu merindukan hangat peluknya pada malam sebelum tidur, pagi hari, dan kapan saja ketika saya ingin di peluk. Senyumannya yang selalu dapat membuat saya merasa everything is gonna be alright’, tawa candanya yang meawrnai hari saya menjadi lebih indah, rengekannya untuk sebatang rokok karena saya selalu mengambil rokok dan menjatahkannya agar dia tidak merokok terlalu banyak, dan banyak lagi hal kecil lainnya yang membuat saya merasa hidup saya ini lebih hidup. 

Rasanya selama 2 minggu lebih itu hidup saya ada di dalam mimpi. Tidak pernah selama saya hidup hampir 20 tahun ini saya merasa begitu bahagia, rasanya setiap hari saya bangun saya yakin hari itu akan indah, setiap hari saya hendak beranjak tidur dengan perasaan berat karena saya tidak ingin setiap harinya berakhir begitu saja karena terlalu cepat waktu-waktu itu berlalu begitu saja. Sungguh menyedihkan dengan jarak yang sedemikian jauh yang bisa saya lakukan kalau begitu merindukan pelukannya saya hanya dapat memeluk guling saya erat-erat dan berdoa agar Tuhan selalu melindungi dia dan my ‘little family’. 

Ya malam ini mungkin hati saya sedikit tenang, tidak begitu ketakutan, walau sebenarnya kadar takut itu masih ada sedikit di benak dan lubuk hati saya. Yang saya tau sekarang saat ini yang bisa saya lakukan hanya banyak berdoa dan mempercayai kalau semuanya akan baik-baik saja. Kadang pikiran-pikiran tersebutlah yang biasanya merusak daya pikir kita, menghasut kita dan kemudian menjerumuskan kita ke dalam ketakutan dan ketakutan kita yang sering muncul.
Ya mungkin mudah untuk saya katakan saat ini, padahal ketika ketakutan itu muncul di benak saya yang bisa saya lakukan hanya menangis, ketakutan kemudian mulai berfikir yang aneh-aneh. Memang benar-benar aneh menjadi manusia, kadang saya berfikir, apakah kebanyakan manusia melakukan hal seperti ini? seperti mahkluk yang sangat lemah dan kemudian ketakutan dengan banyak hal yang akan merusak diri sendiri ini.

Ya semoga saja saya tidak akan ketakutan lagi. Saya merasa seram juga dengan SMS teman terbaik saya yang mengatakan, ‘terjadilah apa yang kamu ucapkan’ saya tidak ingin terjadi hal hal buruk yang dapat menghancurkan semua impian saya. yang saya inginkan sekarang hanyalah sebuah keluarga kecil yang bahagia. 
Ya, tujuan saya saat ini hanya itu, ada ayah, ibu, adik dan saya. 
Just that and nothing else.

Nothing else matter right now.
Semuanya hanyalah pernak pernik kecil di dalam hidup saya, karena yang paling penting untuk saya saat ini hanyalah keluarga saya. Sebuah hal termahal yang akan selalu jaga seperti berlian termahal yang pernah saya miliki. 

Kembali Menulis hal yang sama..

Saya bukan manusia yang mudah berubah, begitu kata orang. Mungkin benar itu adanya, saya tidak mudah berubah, butuh waktu yang sangat lama untuk saya melakukan perubahan demi perubahan yang saya yakini membawa saya menjadi lebih baik. Perubahan itu penting bukan? begitulah yang saya percaya..

Ada hal lain juga yang saya percaya, setiap ada awal maka akan ada akhir, setiap ada pertemuan maka akan ada perpisahan. Sesuatu yang membuat saya menjadi takut dengan semua awal yang baru, padahal setiap harinya saya juga melalui awal-awal yang baru. Awal pagi, awal kelas, awal… akh banyak sekali awal yang saya lalui setiap harinya, tetapi tetap saja kata awal itu menjadi sebuah momok yang begitu menyeramkan untuk saya.
Ya mungkin kembali hari ini saya akan membahas hal yang sama yang saya bahas kemarin malam juga, masih dengan kerinduan dan ketakutan saya akan kehilangan sosok yang selama ini saya cari. Mungkin membosankan apabila membaca tulisan tulisan saya yang makin hari sepertinya makin panjang hanya menceritakan tentang ketakutan yang sepertinya tidak memiliki ujung ini.

Aneh rasanya ya memiliki ketakutan akan hal yang sama, over and over again. It seems like a never ending cycle of hurting your own heart, mind, and soul. Apalagi ketakutan akan kehilangan sosok yang ternyata hampir selama sepanjang perjalanan hidup kita cari. Saya pernah menulis akan bahwa masalah itu sebenarnya datang dari pikiran kita sendiri, dan masalah demi masalah akan hanya muncul apabila kita terus menerus memikirkannya..
akh entahlah saya sendiri bingung menjelaskannya.. yang saya tahu, hari demi hari saya ketakutan akan kehilangan sosok yang ternyata sangat berarti buat saya. Sosok yang ternyata lebih mahal dari pada apapun bagi saya. Mungkin saya rela mengganti dengan apa saja, asalkan dalam hidup ini saya tidak akan pernah kehilangan lagi.

Saya pernah berkata, bahwa keluarga itu mahal sekali harganya buat saya. Dan ya, memang benar keluarga itu mahal sekali bagi saya.. dan sungguh saat ini yang saya harapkan hanyalah keluarga, yang utuh, yang damai, yang tenang. Kecil saja tetapi bahagia, hanya itu yang saya inginkan.
Sebuah keluarga kecil yang bahagia, dimana ada Ayah, Ibu, Adik, dan saya…
Just that..