Kekurangan yang menjadi Lebih

Beberapa hari ini saya banyak sekali menunda pekerjaan saya yang seharusnya sudah saya selesaikan secara langsung pada saat saya mengerjakan pekerjaan itu, tetapi entah mengapa rasanya saya malas sekali untuk melakukan semua hal yang seharusnya saya lakukan.
Rasa malas memang sering kali muncul pada diri saya terutama pada saat saya sedang merasa depresi atau frustasi yang saya sendiri tidak jelas asalnya dari mana. Dan memang beberapa hari ini saya sedang mengalami beberapa kali mimpi buruk dalam tidur malam saya sehingga ketika saya terbangun keesokan paginya saya selalu merasa lelah dan entah mengapa hal ini membuat mood saya jadi tidak kauran berantakannya.

Seperti siang hari ini, memang saya tetap pergi ke kampus walaupun saya terlambat sampai di kelas. Saya tetap pergi ke kantor walaupun tidak banyak hal yang saya kerjakan kecuali mengecek beberapa dokumen dan menunda beberapa artikel yang seharusnya saya serahkan kepada editor saya hari ini dan berjanji akan mengumpulkannya hari senin besok.
Malam inipun sebenarnya saya memaksakan diri saya untuk mulai mengerjakan semua pekerjaan yang mulai menumpuk. Entah mengapa mood saya untuk melakukan hal yang berguna berkurang dan saya malah lebih memilih untuk menikmati waktu saya untuk pergi berjalan-jalan, memotret pemandangan, berenang, membaca buku, atau bahkan hanya memejamkan mata sambil merebahkan tubuh saya berangan-angan.
Apakah mungkin karena saya terlalu lelah untuk menulis dan belajar, atau sebenarnya saya terlalu lelah berfikir tentang banyak hal yang hanya merupakan angan angan saja. I may take things too much in granted sometimes, tetapi saya tau semua itu sebenarnya untuk menyenangkan hati saya sesaat.

Menyenangkan hati yang sedih memang merupakan tugas kita sebagai seorang individu. Kita harus menjaga diri kita sendiri dan menyenangkan diri kita sendiri, karena seperti kata sebuah kalimat yang sering saya dengar dilontarkan oleh seorang terdekat saya, ‘kalau bukan kita sendiri, siapa lagi?’. Saya ingat ini sering kita jadikan sebuah motto ketika saya sedang semangat mengerjakan beberapa hal. Karena saya tidak suka menyuruh atau meminta tolong apabila saya dapat melakukannya sendiri. Saya memiliki motto, ‘lebih baik menolong dari pada ditolong’ yang mungkin buat sebagian orang merupakan sebuah motto yang salah besar. Tetapi sudah hampir 20 tahun saya hidup dengan motto tersebut.

Kemudian saya menemukan diri saya hari ini, dengan amat sangat terpaksa menulis dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang harus saya kirim melalui email besok pagi. Dan ketika saya melakukan saya berulang kali berusaha menghilangkan kata-kata pada benak saya seperti:
‘akh masih ada hari esok’
‘akh aku udah capek’
atau
‘akh udah akh berenti dulu..’

Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak saya, Apakah karena saya telah jenuh? Apakah karena saya telah lelah? Atau ada hal lain yang belum saya ketahui yang sepertinya menghalangi saya untuk melakukan semua hal yang sepertinya harus saya lakukan.
The time is ticking, and yet nampaknya saya sama sekali tidak menemukan di sisi mana kesalahan dan mengapa kemalasan saya terus menerus muncul. Dan kemudian saya sadar, bahwa saya hanya membutuhkan sebuah saat tenang dan sedikit melepaskan diri dari segala kesibukan saya, melepaskan diri dari semua hal yang mengukung saya selama ini. Saya harus melepaskan diri dari kebanyakan pekerjaan yang sebenarnya hanya merupakan pelarian saya dari segala kesedihan dan kesakitan. Seperti yang pernah saya tulis di artikel saya sebelumnya bahwa kita harus mengenali masalah kita dan kita harus bisa mengerti apa yang sebenarnya kita sebagai individu inginkan.

Manusia memang terkadang memiliki kelemahan, tetapi kenali kelemahan demi kelemahan yang kita miliki dan rubahlah itu menjadi kekuatan. Karena sebenarnya kita semua memiliki banyak kelebihan dari segala kekurangan yang kita miliki asal kita bisa mengolah dan merubah mereka menjadi sesuatu yang akan menjadi sayang berguna dikemudian hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s