Dewasa atau..

kadang beberapa kali kita tumbuh besar seiring berjalannya umur kita merasa bahwa diri kita sudah dewasa. Bertambah umur, tandanya kita sudah dewasa. Tetapi apakah benar begitu, dengan kita bertambah umur tandanya kita sudah bertambah dewasa? Beberapa hari yang lalu, saya tercenung mendengar sebuah prediksi atau hitungan kasar oleh seorang kawan lama kepada saya.

‘Kamu itu pikirannya udah 27 tahun’

sesaat saya terdiam, 27 tahun, umur itu sepertinya sudah jauh sekali dari usia saya yang sebenarnya yang baru saja beranjak ke 20. Masih butuh waktu lebih dari 8 bulan lagi untuk saya mencapai ‘the big TWO-ZERO’ dalam hidup saya. Tetapi sekarang malah ada yang bilang kalau umur saya ini sudah 27 tahun. Memikirkan hampir mencapai 20 saja saya sudah merasa tua, apalagi 27.
Tentu saja kemudian saya bertanya, dari mana perhitungan usia pemikiran saya mendadak ia bisa mengatakan bahwa saya memiliki pikiran orang berusia 27 tahun, dan katanya hanya merupakan perhitungan kasarnya saja setelah ia membaca beberapa artikel yang saya torehkan di blog ini.

Kemudian saya berfikir, memang banyak orang yang telah mengenal saya baik dan pernah membaca beberapa artikel maupun tulisan dalam bentuk apapun yang saya tulis mereka pasti akan berkata kalau semua pemikiran saya memang lebih dewasa dari umur saya yang sebenarnya. Tetapi darimanakah mereka menilai pemikiran dan umur saya? darimanakah mereka menilai sebuah kata DEWASA?
Lalu kemudian saya mendapatkan jawabannya dengan versi saya. Versi seorang anak muda yang sedang beranjak dewasa, dari mana mereka menilai kedewasaan seseorang.

Coba tanyakan beberapa pertanyaan ini kepada diri anda sendiri:
1. Apakah anda sudah bisa mempercayai perkataan diri anda sendiri?
2. Apakah anda sudah bisa hidup dengan apa yang anda percayai?
3. Apakah anda bersikap baik ketika anda sedang bersama teman atau kerabat anda?
4. Apakah anda dapat mengontrol diri anda?
5. Apakah anda dapat menerima apabila di kritik?
6. Apakah anda bisa bersikap di depan banyak orang?

Beberapa pertanyaan itu mungkin dapat mewakili beberapa ciri dan juga sifat dimana orang bisa menyebut orang lain dewasa.

Kedewasaan sendiri bagi sebagian orang merupakan sebuah momok yang begitu menyeramkan, karena begitu kita sudah mendapat gelar dewasa, tandanya kita harus menjadi kita sendiri. Kita harus bisa memutuskan beberapa hal untuk diri sendiri dan lain lagi sebagainya dimana kita sudah tidak bisa bergantung kepada orang tua kita. Dimana kita sudah tidak bisa meminta bantuan kepada orang lain dan kita sudah harus bisa mencari solusinya untuk diri kita sendiri. Memilah milih mana yang benar mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk. Semua itu tentunya memiliki syaratan dan juga perbandingan serta pemikiran masing-masing yang saya yakin berbeda dari satu antara lainnya.

Jadi apakah yang dinamakan dewasa? Apakah ketika kita sudah bisa memilih, memutuskan dan menilai hal hal tertentu? Apakah ketika kita sudah sampai di umur 20? atau masih ada lagi yang lainnya?
Saya yakin semua daripada kita pasti memiliki definisi masing-masing untuk hal ini.

Dewasa, mungkin memang bukan sesuatu yang mudah didapatkan. Sampai hari ini, masih ada beberapa orang yang saya kenal, yang sudah jauh umurnya di atas saya dan di mata saya mereka sebenarnya sama sekali belum sampai pada sebuah phase hidup ‘kedewasaan’ mereka masih ada dalam phase ‘pendewasaan’
Dewasa, mungkin memang membutuhkan waktu untuk mencapai itu, dan saya yakin semua orang memiliki ciri masing masing dan perasaan masing masing ketika mereka sudah dewasa.
It’s not about age, it’s not about belief. It’s about what you, what you wanna be, and what you wanna learn. Itu yang saya percaya dari sebuah kedewaaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s