Sekarang, Bukan Nanti..

Note: Apa yang tertulis disini merupakan opini dan pandangan dari sang penulis semata, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan saya mohon maaf sebelumnya.

Pernahkah anda merasa di benak anda ada begitu banyak hal yang sepertinya bisa menjadi sebuah masterpice? Saya yakin semuanya dari kita pasti pernah mengalami moment seperti ini, saya sendiri mengalami moment seperti itu saat saya dalam kesedihan atau mungkin dalam diam. Ketika saya diterpa masalah, atau ketika saya sedang sendirian dan ingin membawa pikiran saya terbang kesana kemari.

Malam kemarin saya kalut sekali, ujian saya belum selesai, ditambah lagi saya baru saja melihat sesuatu yang sepertinya menghancurkan semua harapan dan impian saya rasanya hancur berantakan. Dalam kegelapan ruangan saya menangis dan menangis, merasa malas dengan segala konsekuensi hidup, merasa malas dengan segala sesuatu yang nampaknya harus saya hadapi dengan sebuah senyuman palsu di hari-hari saya selanjutnya.
Kemudian saya mulai menuliskan sebuah note di Facebook. Awalnya note itu merupakan sebuah kalimat panjang tak beraturan yang hanya merupakan random thoughts yang saya miliki. Tetapi kemudian tulisan panjang itu saya hapus total dan kemudian ia berubah menjadi sebuah sajak.
Kemudian tadi pagi, dan tadi sore saya kembali menulis random thoughts yang saya miliki dan berubah menjadi sebuah sajak atau mungkin sebuah puisi.

Tulisan demi tulisan saya torehkan entah di kertas sembarang yang saya lihat di depan mata saya. Saya ketak ketik di notes yang ada di telepon genggam saya, atau mungkin apabila saya sedang memang merasa apa yang saya tulis itu baik sekali, maka saya akan menuliskan tulisan tulisan itu pada sebuah buku yang memang saya gunakan untuk menyimpan tulisan saya.

Hingga saat ini benak saya pun masih begitu penuh dengan kata demi kata yang rasanya ingin meledak keluar dari benak saya dan harus saya tuliskan sebelum saya bisa menjadi gila. Tetapi disela-sela ledakan kata-kata yang ada dibenak saya ini, ada sebuah pertanyaan yang ada dibenak saya..
‘Why are you doing this?’
Sesaat saya terdiam..
Mengapa saya melakukan ini, karena saya tahu sekali ketika saya menulis sebenarnya saya kembali mengulang masa lalu yang mungkin sudah terlupakan dan kembali menyakitkan. Ketika saya menulis juga sebenarnya saya hanya menuliskan apa yang mungkin tidak saya rasakan sebenarnya.
Saya kembali termenung dan kembali saya menyadari, kenapa kepura-puraan dalam hidup harus selalu ada. Sampai kapan kita harus selalu berpura-pura? Hingga kapan kita harus selalu berpura-pura dalam hidup kita??

Jawaban itu hanya ada di diri kita masing-masing tentunya. Tanyakan itu pada diri kita sendiri, sudah siapkah kita menjadi manusia yang tidak akan berpura-pura lagi. Beberapa saat saya berusaha mengheningkan diri saya dan berfikir. Berusaha menyatukan diri saya kembali satu persatu. Melegakan otak dan pikiran saya yang mungkin begitu berantakan dan kalut terlalu sangat. Kemudian ada sebuah pencerahan muncul ketika saya sedang terdiam tanpa berpikir. Hanya tercenung dan berusaha mengosongkan pikiran saya.
Terkadang semua masalah yang muncul merupakan masalah yang kita pikir akan terjadi. Kebanyakan dari kita merasa, berfikir bahwa hal hal yang mungkin belum terjadi akan terjadi. Apakah kenyataannya itu sudah terjadi? Atau sebenarnya semuanya itu masih hanya merupakan Kemungkinan? Tentu saja, kemungkinan banyak yang bisa terjadi. Mungkin ini mungkin itu. Semuanya dalam hidup memang meiliki dampak probabilitas, tetapi apakah semuanya itu sudah terjadi?
Jawabanya: BELUM..

Semua itu masih hanya merupakan pemikiran kita, ketakutan kita, paranoia kita sebagai manusia yang terlalu banyak berasumsi.
Kemudian saya kembali terdiam dan berfikir, kalau begitu.. biarkanlah aja semuanya berjalan sesuai dengan keinginannya, kenapa harus kita yang terus menerus berfikir dan berusaha..
Dan itulah yang nampaknya merupakan sesuatu yang harus kita cermati. Mengapa kita harus berfikiran tentang hal yang belum terjadi? Jalani saja apa yang ada.. dan banyaklah berdoa agar yang terbaik yang akan terjadi dalam hidup kita. God Bless Us All.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s