Khawatir

Note: Artikel yang tertulis disini murni hanya sebuah opini semata dan tidak bermaksud untuk menyinggung atau menyindir siapapun, dan sebelumnya saya meminta maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan.

Setiap orang pasti memiliki rasa was was dan rasa ketidak-amanan, apalagi ketika anda pernah mengalami hal yang buruk, dan ketika anda mau mengulang rutinitas tersebut anda pasti pernah merasa takut dan was was.

Seperti biasanya, 3 hari sebelum imlek tentu saja sudah mulai ramai menyiapkan segalanya yang perlu disiapkan dan salah satu yg perlu disiapkan adalah menyusun jeruk yang akan di pajang di meja ruang tamu lalu diselipkan ang pao sebagai sebuah tradisi yang selalu dilakukan di rumah saya. Ibu saya pun hari ini sudah mulai sibuk dengan membersihkan dan menyetok rumah dengan buah buahan. Ketika ibu saya pulang dengan banyak belanjaan, saya di berikan tugas untuk menyuci dan menyusun buah buahan tersebut. Ingatan saya kemudian terbang kepada sebuah email forward-an yang saya terima dari beberapa orang kepada saya, judulnya: Beware worms inside oranges.
Sebenarnya email ini baik sekali, karena memberikan informasi yang mungkin banyak dari orang orang yang tidak tau menau sama sekali tentang hal ini, akan tetapi email ini justru membuat sebagian orang menjadi takut dan was was untuk mengkonsumsi jeruk.

Tadi siang pula saya sempet bertukar komentar dengan seorang teman di social networking yang sangat addictive (facebook, red) tentang makanan.

jangan makan kambing kandungan kolesterolnya khan tinggi..’

sebenarnya tidak ada yang salah dengan kalimat itu, karena memang ada baiknya kita menghindari makanan yang dapat membawa penyakit, tetapi terkadang yang salah adalah ketika kita menjadi was was dan tidak berani untuk mengkonsumsi makanan tersebut.

Kekhawatiran itu sebenarnya baik sekali karena kita menjadi lebih tau dan lebih dapat me-limitkan apa yang kita miliki (atau konsumsi dalam hal ini), akan tetapi sampai kapan kita mau selalu was-was hingga tidak dapat menikmati dunia ini?
Saya melihat banyak kejadian dimana orang-orang menjadi tidak dapat menikmati dunia dan kemudian melupakan bagaimana cara menikmati dunia dengan baik dan seharusnya. Terkadang banyak dari teman teman saya yang juga menjadi paranoid akibat terlalu khawatir dan terlalu was was.

Ada sesuatu yang selalu saya ingat dari kata kata seseorang adalah: Sesuatu yang terlalu itu pasti ga baik, tetapi sesuatu yang ga terlalu juga ga baik. Jadi paling bagus ada ditengah tengah aja, kayak lagu dangdut yang judulnya Yang Sedang Sedang Saja. Tetapi akan lebih baik lagi apabila kita meletakkan Tuhan di atas segalanya seperti postingan saya kemarin (baca Persepsi Bahagia) dimana saya tulis dan akan saya kutip lagi disini, ‘Letakkan Tuhan diatas semua keputusan anda’. Karena yakinlah Tuhan tidak akan dan tidak pernah meninggalkan kita sama sekali.

Jadi untuk apa khawatir? Nikmatilah hidup anda dan jangan jalani hidup anda di atas kekhawatiran. Just follow what your hearts says.. dan ketika anda dapat melakukan itu, saya yakin hidup anda akan menjadi lebih indah.
God Bless Us!

Advertisements

2 thoughts on “Khawatir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s