Jazz: Only a genre? or is it a life style?

Note: apa yang gw tulis disini hanyalah opini gw yang datang dari lubuk hati paling dalam..

Sudah lama saya tidak menulis artikel, dan sepertinya saya akan kembali memulai menulis artikel lagi mulai malam ini. Kali ini mungkin saya akan mengangkat sebuah tema yang menarik perhatian saya dari sebuah tagline sebuah acara Jazz besar yang diadakan setiap tahunnya di Jakarta yang akan mendatangkan banyak musisi Jazz dari mancanegara – Java Jazz.

Personally, saya sendiri hanya pernah menghadiri 1 dari sekian banyak acara Java Jazz yang pernah di adakan di Jakarta Conventional Centre – Jakarta dan itu pun dikarenakan saya diberikan sebuah tiket gratis oleh teman saya selama 3 hari berturut turut termasuk special shows-nya.
Sudah kurang lebih 5 tahun belakangan ini saya bisa dibilang orang yang cukup freak dengan genre yang selalu disebut sebut mahal oleh kebanyakan orang, dan juga banyak disebut sebagai genre orang tua oleh sebagian dari anak anak muda sekarang. Tapi apakah benar kenyataannya seperti yang banyak dikatakan orang bahwa Jazz hanya untuk orang kaya dan orang tua?
Kalau anda tanyakan itu pada saya maka saya akan menjawab ungkapan dan stereotype itu salah besar. Mungkin saya tahu mengapa banyak orang berfikir bahwa Jazz adalah lagu mahal atau lagu orang tua, hanya karena kebanyakan genre jazz ini diputarkan di lounge mahal yang terdapat di hotel bintang 5 yang memiliki range harga yang sejujurnya mahal luar biasa atau kebanyakan pencinta jazz adalah orang yang berumur bukan berarti lagu jazz hanya dinikmati oleh orang tua dan orang kaya.

Jazz sendiri adalah jenis musik yang lahir karena adanya peralihan dari musik traditional menuju musik modern, awalnya jazz adalah lagu yang mencirikan kultur dari orang orang berkulit hitam di US, dan sama seperti nasibnya pada masa itu, sebagai orang yang terdiskriminasi maka lagu mereka pun kurang lebih sama terdiskriminasinya seperti orang orang kulit hitam tersebut. Kemudian perlahan pada era tahun 1930-an munculnya sub-genre yang diberi nama swing membuat orang mulai memperhatikan dan menghitung Jazz kedalam kategori musik mereka. Jazz perlahan mulai terkenal ketika banyak big band di Eropa yang mulai memainkan lagu lagu mereka dan menyebutnya sebagai Jazz dan kemudian akhirnya memiliki ciri yang dikenal sedikit banyak orang dan membedakan Jazz dari genre lain yaitu improvisasi, sinkopasi dan juga blue note – nada yang merendah pada not ketiga dan ketujuh.

Kemudian dewasa ini perlahan Jazz mulai meluas dan memiliki banyak sekali sub-genre, atau mungkin sekarang Jazz menjadi genre yang memiliki paling banyak sub-genre diantara semua genre yang ada dan pernah di kenal saat ini. Memiliki lebih dari 40 sub-genre saat ini dan mungkin akan bertambah lagi setiap tahunnya jazz menjadi sebuah genre yang amat luas dan terkadang membuat para non-jazzer sulit untuk menidentifikasikan jazz. Saya ingat teman saya, ketika saya bilang saya ini adalah seorang penggemar atau bisa disebut pencinta jazz dia berkata pada saya,

“kalau gw sih bukan pencinta jazz tapi gw suka sama lagu yang upbeat energic dan a lil’ rock”

dan kemudian setelah mengobrol dengan dia lebih jauh dia menyebutkan beberapa nama yang merupakan maestro dan juga penyanyi yang ada dibawah kategori jazz seperti: Frank Sinatra, Lighthouse Family, Neri Per Caso, dan RAN yang dia pikir ini adalah lagu RnB. Kalau saya ingat apa yang dia katakan pada saya ketika dia tahu kalau dia ternyata seorang jazzer juga adalah,

“ya ampuuunnn ga gw sangka kalau ternyata gw sama tuanya sama lo..”

Sampailah akhirnya kita pada pertanyaan di awal artikel ini. Jazz: Only a genre or is it a life style?
Personally for me Jazz is a lifestyle, karena setiap genre jazz memiliki keunikan dan kehebatannya masing masing, dengan warna, dengan detak, dan ketukan yang berbeda setiap sub-genre jazz itu seperti menunjukkan serta menggambarkan kehidupan yang berbeda beda, yang pernuh warna dari setiap orang yang menjalaninya. Karena seperti yang bisa saya kutip dari salah seorang teman terdekat saya,

“everything has it’s style and jazz perfectly draws it.”

yuupz, jazz is not only a genre but it’s a lifestyle.

PS: to know more about Jazz and update on Java Jazz Festival 2009, you can log on Jazzuality to get the latest update on jazz events.

Advertisements

4 thoughts on “Jazz: Only a genre? or is it a life style?

  1. heheh.. tayg mahal bknnya yg genre classical, orchestra, and symphony ya?soalnya yg nonton itu, biasanya harus pake minimal coat dan tiketnya muahaalll..gw sih seneng nontonnya, dari TV =))

  2. @ kuluw: hahahahaha… expertnya bukan saia bu..@ oom ocha: wakakakaka iya juga yeee.. @bhayu: wakakaka khan kata banyak orang bay, bukan kata gw doank..kl lo mah kebanyakan nntn dari TV gw juga udah maklum.. wakakaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s