Tenangkan Aku Dalam Pelukanmu

“Akhhhhhhhhhhh mas, aku sudah lelah hidup sama kamu. Kamu kenapa harus jadi laki-laki yang begitu egois?” teriakan itu begitu nyaring terdengar di telingaku membangunkan aku dari tidur siangku yang lelap. Instingku menyuruhku untuk menangis dan meraung untuk menghentikan teriakan itu dan memang itulah yang aku lakukan untuk menghentikan mereka dan menarik perhatian mereka, hanya sayang itu semua sepertinya begitu sia-sia.

Namaku Kiarsya Amardhita, nama yang indah bukan? Aku baru saja berumur 2 bulan tapi entah mengapa banyak sekali yang sudah aku lalui, rasanya aku sudah hidup bertahun-tahun dan rasanya aku sudah hampir satu abad ada di dalam kehidupan ini. Ayahku sepertinya seorang laki-laki yang begitu sibuk dan jarang sekali punya waktu di rumah dan ibuku, sepertinya dia seorang wanita karir pula. Jarang sekali dia ada di rumah untuk menemaniku bermain, terkadang dalam 1 harian pun dia tidak akan muncul untuk menemuiku.

Hari ini aku menangis meraung-raung tidak ingin berhenti karena aku ingin sekali melihat ayah dan ibuku. Entah mengapa rasanya ada yang salah dengan perasaanku, katanya sebagai bayi, kami-kami ini masih memiliki perasaan yang halus dan jiwa yang suci, apakah ini bagian dari kesucian hatiku? ataukah ini bagian dari wake up call untuk kedua orang tuaku untuk lebih memperhatikan diriku yang masih begitu mungil ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s